“Akreditasi B Kedokteran Unisa karena Kekuatan Doa”

oleh
Kampus Unisa Palu di Jalan Diponegoro. (FOTO: IST)

PALU – Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), secara resmi telah mengumumkan akreditasi B bagi dua program studi (prodi) di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) dengan nilai 307 dari sedikitnya 126 item yang dinilai. Masing-masing melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 0016/LAM-PTKes/Akr/Sar/I/2018 untuk Prodi Kedokteran dan SK nomor.0017/LAM-PTKes/Akr/Pro/I/2018 untuk Prodi Profesi Dokter.

Dekan FK Unisa, dr Mukramin Amran

“Perolehan akreditas B ini merupakan bagian dari kekuatan doa untuk mengantarkan Fakultas Kedokteran Unisa menjadi lebih baik,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unisa, dr H. Andi Mukramin Amran, Selasa (06/02).

Menurutnya, diraihnya akreditasi B tersebut sebagai jawaban atas pemberitaan miring tentang Unisa yang berkembang selama ini. Tentunya juga tidak lepas dari kerja keras tim dan stakeholder di lingkungan Unisa.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada birokrasi rektorat Unisa,” terangnya.

Namun lanjut dia, akreditasi B bukanlah tanda berakhirnya perjuangan untuk membangun Fakultas Kedokteran Unisa, melainkan sebagai langkah awal untuk terus berjuang dalam pengembangannya.

Sementara Rektor Unisa, Dr. H. Hamdan Rampadio, menyebutkan, akreditasi B yang diperoleh Fakultas Kedokteran merupakan prestasi yang luar biasa. Nilai yang didapat tersebut harus dipertahankan.

Rektor juga mengemukakan, akreditasi B itu sangat memungkinkan bagi Fakultas Kedokteran untuk menerima mahasiswa baru dengan jumlah berkisar 50 sampai 100 orang kedepan.

“Karena khusus Fakultas Kedokteran sendiri tidak sama dengan fakultas lainnya. Yang menentukan jumlah penerimaan mahasiswa baru adalah kementerian,” terangnya.

Sementara Ketua Prodi Kedokteran, dr. Ruslan menegaskan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas mahasiswa, dengan terus mengawasi kedisiplinan selama proses perkuliahan.

“Karena sala satu yang menjadi penilaian adalah soal kedisiplinan mahasiswa, proses akademik dan sarana prasarana penunjang belajarnya,” imbuhnya. (YUSUF)

loading...