Akan Hadir di Sulteng, UAS Enggan Ditunggangi Urusan Politik

oleh
Ketua Panitia Tabligh Akbar UAS, Arafat Arsyad saat jumpa pers di Sekretariat AJI Palu, Senin (13/08). (FOTO: MAL/IKRAM)

PALU – Dai kondang kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, Ustadz Abdul Somad Batubara atau yang lebih dikenal dengan sebutan UAS, dipastikan akan menghadiri tabligh akbar di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, September mendatang.

Di Kota Palu, UAS akan membawakan ceramah di Masjid Agung Darussalam dan Masjid Raya Lolu. Sementara di Parigi, sejauh ini panitia penyelenggara belum menentukan lokasinya.

“Insya Allah, tanggal 25 pagi di Parigi Moutong, kemudian 25 ba’da Isya di Masjid Agung Darussalam dan subuh tanggal 26 di Masjid Raya Lolu. Jadi kita Shalat Subuh berjamaah di Masjid Raya Lolu,” kata Ketua Panitia Tabligh Akbar, Arafat Arsyad, di Sekretariat AJI Palu, Senin (13/08).

Arafat mengungkapkan, sejauh ini sejumlah Ormas Islam di Kota Palu telah mengonfirmasi untuk ikut menyuksekan kegiatan tersebut.

Di luar keterlibatan ormas Islam, dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dan bersih dari tunggangan partai politik atau calon legislative manapun.

Hal itu sendiri telah disampaikan perwakilan UAS kepada pihaknya, Kamis (02/08) lalu.

“Pihak UAS menitip pesan bila ditemukan di lapangan ada pihak-pihak yang memanfaatkan dengan memasang baliho, iklan dan menyandingkan foto UAS dan caleg, maka akan diturunkan paksa,” tegasnya.

Pesan itu, lanjut dia, tidaklah mengada-ada dan jika panitia amanah, maka Insy Allah kegiatan akan dilaksankan sesuai waktu yang ditentukan

“Kalau ditemukan di lapangan, maka kegiatan kita akan dihentikan. Mereka (tim UAS) sudah ceritakan ada dua kegiatan yang mereka batalkan. Jadi mereka tekankan tolong amanah ini dipegang dan Insya Allah kita tidak mau mengambil risiko bahwa kegiatan kami ini dimanfaatkan,” tambahnya.

Dia berharap, kehadiran UAS bisa menjawab kerinduan ummat di Sulteng yang hanya bisa menyaksikannya lewat media sosial, utamanya youtube.

“Tema awal kita adalah Merawat Persatuan Ummat, tapi setelah kami lihat kondisi seperti saat ini, banyak sekali perpecahan dikarenakan tensi politik yang tinggi, makanya kami ubah dengan Merawat Persatuan Bangsa, Mewujudkan Indonesia Beradab,” ujarnya.

Dia juga berharap, kehadiran pria kelahiran 17 Mei 1977 silam itu dapat kembali menyemarakan masjid. Dakwah UAS juga diharapkan dapat menyatukan umat.

Arafat juga sempat menceritakan upaya mereka untuk menghadirkan UAS yang telah dilakukan sejak awal tahun 2017 lalu, namun baru terwujud tahun ini. (NANANG IP/IKRAM)

loading...