Ajak Masyarakat, Polres Poso Gelar Nobar Film “Hanya Manusia”

oleh
Foto bersama usai menggelar nonton bareng Polres Poso dan Masyarakat. (FOTO : IST)

POSO – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Poso menggelar nonton bareng ‘Nobar’ bersama masyarakat film “Hanya Manusia” dibioskop IGN Cinema Poso City Mall (PCM), Kamis (7/11).

Menurut Kapolres Poso AKBP Darno, selaras dengan film tersebut bahwa para anggota dapat lebih bertanggung jawab dan profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, karena polri hadir untuk memberikan pelayanan yang baik dan memberikan keamanan bagi masyarakat.

“Dan itu diperlihatkan dalam pengungkapan sindikat kejahatan Human Trafficking (perdagangan manusia),” Ujar kapolres.

Salah satu sisi menarik dari film layar lebar dengan durasi 91 menit itu, Kata AKBP Darno adalah bangaimana peran aktif dari masyarakat dalam membantu pihak Kepolisian untuk memberantas kejahatan.

Selain itu, Darno menjelaskan bahwa pelibatan para istri dan masyarakat dalam nonton bareng, sebagai motivasi para istri serta bagi masyarakat tau bagaimana tugas dan beban seorang Polisi dalam mengungkap setiap kasus, khususnya kejahatan human trafficking.

Hanya Manusia, film tentang polisi produksi Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat, rilis di bioskop-bioskop tanah air, Kamis lalu.

Film tersebut merupakan karya sutradara Tepan Kobain serta penulis naskah Rebecca M. Bath, Monty Tiwa, dan Putri Hermansjah. Film berdurasi 91 menit ini berada dalam naungan Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat.

Film ini merupakan debut Tepan Kobain sebagai sutradara film layar lebar. Sebelumnya dia merupakan penata artistik dalam film Matt & Mou (2019), Pocong the Origin (2019), Mahasiswi Baru (2019), Reuni Z (2018), 3 Dara 2 (2018), dan Mau Jadi Apa? (2017). Kobain juga menjadi bagian dalam film Pertaruhan (2017) dalam hal Disain Produksi.

Dalam filmnya itu, Tepain Kobain turut melibatkan sejumlah actor ternama ditanah air, seperti Prisia Nasution, Yama Carlos dan Lian Firman.

Sinopsis Film Hanya Manusia

Setiap pekerjaan memiliki resiko masing-masing, termasuk polisi. Annisa salah satu polisi yang baru saja pindah tugas ke Jakarta Utara. Dia seorang perwira muda yang harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga.

Sementara itu, tempat penugasan barunya di Jakarta Utara sedang penuh dengan teror penculikan anak-anak di bawah umur.

Beberapa korban bahkan ditemukan telah menjadi mayat. Annisa yang kini bertugas di Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara mendapat tugas untuk mengusut kasus tersebut. Selalu ada korban tiap harinya. Belum selesai masalah penculikan, tiap hari Anissa juga mendapat tekanan dari hal-hal lain seperti rekan kerja.

Saat kasus semakin rumit, bukannya datang titik terang, adik satu-satunya yang sangat dia sayangi justru menjadi korban penculikan.

Sejumlah adegan penyamaran, saling tembak menembak, adegan berkelahi hingga berhasilnya mengungkap dan menangkap pelaku membuat film tersebut memperlihatkan suasana haru, tegang dan mendpatkan pujian para penonton.

Pemutaran film produksi Mabes Polri itu juga turut dihadiri Kapolres Poso, AKBP Darno, Wakapolres Poso, Kompol Putu Hendra Binangkari, Kabag Ops sejumlah Kasat Polres Poso, pejabat Polres Poso lainnya, para pelajar dan perwakilan tokoh masyarakat.(MANSUR)