Agustus 2019, Ekpor Sulteng Naik Impor Turun

oleh
Ilustrasi ekspor

PALU – Selama Agustus 2019 nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) naik 5,17 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Agustus nilai ekspor Sulteng 530,19 juta dolar, atau naik 26,04 juta dolar,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng, G. A Naser saat memberikan keterangan pers di Ruang Vicon Kantor BPS Sulteng, selasa (01/10).

Kata Naser, nilai sebesar itu merupakan ekspor langsung melalui Sulteng senilai 524,78 juta dolar, dan provinsi lain senilai 5,41 juta dolar. Selama Januari hingga Agustus 2019, total nilai ekspor Sulteng tercatat 3.707,56 juta dolar atau meningkat 572,44 juta dolar (18,26 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tahun 2018 hanya sebesar 3.135,12 juta dolar. Jika dirinci ekspor melalui Sulteng senilai 3.641,52 juta dolar dan provinsi lain senilai 66,04 juta dolar,” ungkapnya.

Nasser menambahkan, selama Agustus 2019, ekspor Sulteng didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai 423,22 juta doalr atau 79,82 persen dari total ekspor, dan bahan bakar mineral senilai 67,42 juta dolar atau 12,72 persen. Sementara, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 4,00 persen.

Negara ekspor tujuan paling utama adalah Tiongkok yakni, mencapai 146,53 juta dolar atau 27,64 persen dari total nilai ekspor Sulteng, diikuti Taiwan senilai 124,56 juta dolar atau 23,49 persen, Korea Selatan senilai 79,00 juta dolar atau 14,73 persen, India senilai 73,51 juta dolar atau 13,86 persen, dan Malaysia senilai 59,18 juta dolar atau 11,16 persen. Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 7,00 persen.

“Selama Januari hingga Agustus 2019, ekspor terbesar Sulteng melalui Sulteng dan Provinsi lain ditujukan ke Tiongkok senilai 935,67 juta dolar, diikuti ke Korea Selatan senilai 639,12 juta dolar, Taiwan senilai 629,22 juta dolar, Jepang senilai 400,84 juta dolar, dan India senilai 300,63 juta dolar. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 25,24 persen, Korea Selatan 17,24 persen, Taiwan 16,97 persen, Jepang 10,81 persen, dan India 8,11 persen,” jelasnya.

Lanjut Nasser, berbeda dengan total impor Sulteng dibulan yang sama bernilai 216,61 juta dolar, turun sebesar 47,06 juta dolar atau 17,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Selama Januari hingga Agustus 2019, terjadi kenaikan 552,35 juta dolar atau sebesar 38,01 persen menjadi 2.005,66 juta dolar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulteng mengalami surplus senilai 313,58 juta dolar selama Agustus 2019 dan surplus senilai 1.701,90 juta doalr selama Januari-Agustus 2019,” terangnya.

Disampaikannya, impor Sulteng didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja senilai 88,10 juta dolar atau 40,67 persen, mesin dan pesawat mekanik senilai 52,87 juta dolar atau 24,41 persen, bahan bakar mineral senilai 16,82 juta dolar atau 7,77 persen, dan mesin/peralatan listrik senilai 16,57 juta dolar atau  7,65 persen.

“Selama Januari-Agustus 2019, komoditas yang mendominasi impor Sulteng yaitu besi dan baja senilai 662,40 juta dolar atau 33,03 persen serta mesin dan pesawat mekanik senilai 582,01 juta dolar atau 29,02 persen dari total impor Sulteng,” tandasnya.

Impor Sulteng selama Agustus 2019 juga didominasi dari Tiongkok sebagai mitra dagang utama yaitu senilai 108,92 juta dolar atau 50,28 persen dari total nilai impor Sulteng. Selama Januari-Agustus 2019, impor berasal dari Tiongkok senilai 1.170,61 juta dolar atau 58,37 persen, Afrika Selatan senilai 412,88 juta dolar atau 20,59 persen, Australia senilai 74,65 juta dolar atau 3,72 persen, dan negara lainnya senilai 347,52 juta dolar atau 17,32 persen. (YAMIN)