39 Santri Sulteng Lulus Berkas PBSB

oleh
Kepala Bidang Agama dan Keagamaan, Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Gasim Yamani, di ruang kerjanya, Selasa (11/06) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Sebanyak 39 santri asal Sulawesi Tengah (Sulteng) dinyatakan lulus berkas dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun ini yang dilaksanakan Kementerian Agama RI.

Kepala Bidang Agama dan Keagamaan, Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Gasim Yamani, di ruang kerjanya, Selasa (11/06) mengatakan, dari 39 itu sebanyak 34 untuk universitas dan reguler di Indonesia serta 5 santri untuk PBSB luar negeri.

“34 santri PBSB dalam negeri itu akan mengikuti tahapan selanjutnya di Kota Palu dan 5 santri PBSB luar negeri mengikuti seleksi selanjutnya di Makassar, karena jumlahnya tidak memadai untuk dilaksanakan disini sehingga diikut sertakan ke Makassar,”jelasnya.

Kata Gasim, berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan, peserta PBSB dalam negeri akan melakukan tes selanjutnya di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekiyah (MAN IS) Kota Palu, mulai tanggal 17 sampai 18 Juni 2019.

“Tanggal 17 kita lakukan acara pembukaan sekaligus simulasi pengenalan sistem komputerisasi kepada santri, kemudian tanggal 18 baru dilaksanakan seleksi. Seleksi itu ada beberapa kategori dalam bentuk tes tertulis, kemudian wawancara . Setelah itu tahapan terakhirnya akan ada pengumuman.  Santri-santri mana yang dinyatakan lulus, sesuai perguruan tinggi yang dipilih sejak awal. Seluruh biayanya akan ditanggung sesuai dengan kontrak,”katanya.

Lebih lanjut,  Gasim menyampaikan, Santri terpilih nantinya dapat melanjutkan studi sarjana (S1) pada bidang studi yang berhubungan dengan MIPA, IPS, dan Keagamaan di sejumlah perguruan tinggi negeri di tanah air yang menjadi mitra Kementerian Agama.

Untuk pendaftaran PBSB 2019, pilihan universitas tujuan studi di antaranya UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, Institut Pertanian Bogor (IPB), Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Cenderawasih, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Diponegoro.

Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang, Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo,

Diakuinya, setiap tahun persaingan untuk PBSB ini sangat ketat,  tahun lalu Sulteng meluluskan empat santri dari kuota secara nasional  berjumlah 258.

“ Tahun ini malah  turun menjadi 150,  sementara pesertanya sudah 14 ribu lebih.  Artinya tahun lalu, empat orang yang lulus itu sudah termasuk prestasi yang luar biasa untuk kita, karena persaingannya cukup ketat. Tahun ini lagi kuotanya semakin menurun, tapi kita tetap optimis karena anak-anak kita cukup cerdas untuk bersaing dengan santri-santri dari daerah lain. Kita optimis tetap ada yang lulus,”tandasnya. (YAMIN)