34 Santri Berprestasi Sulteng Jalani Ujian PBSB Reguler

oleh
Peserta PBSB Reguler Sulteng sedang menjalani ujian di Auditorium MAN IC Palu, Selasa (18/06) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Sebanyak 34 santri berprestasi dari sejumlah Pondok pesantren (Ponpes) se Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (18/06) menjalani ujian  tes Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) reguler. Ujian tersebut dilaksanakan di Auditorium Madrasah Aliyah Negeri  Insan Cendekiyah (MAN IC) Palu, mulai Pukul 08.00 Wita sampai selesai.

Materi yang akan diujikan, yaitu tes potensi akademik, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Kepesantrenan. Khusus santri yang memilih UIN  Maulana Malik Ibrahim Malang juga menjalani tes hafalan AlQur’an.

Ujian yang diselenggarakan Bidang Bidang Agama dan Kegamaan Kanwil Kemenag Sulteng itu berjalan lancar, sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, tanpa ada ganguan, termasuk jaringan internet.

Ketua Panitia, Nurhayati mengatakan peserta yang mengikuti ujian tersebut berjumlah 34 santri, yang masuk dalam pilihan reguler akan mengisi sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ditetapkan.

Santri yang dinyatakan lulus dalam ujian tersebut nantinya, dapat melanjutkan studi sarjana  Strata satu (S1) pada bidang studi yang berhubungan dengan MIPA, IPS, dan Keagamaan di sejumlah PTN  di tanah air yang menjadi mitra Kementerian Agama (Kemenag).

Pilihan universitas tujuan studi di antaranya, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, Institut Pertanian Bogor (IPB), Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Cenderawasih, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Diponegoro.

Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang, Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo,

“Alhamdulillah ujiannya berjalan lancar, In Sya Allah kita tinggal menunggu pengumumannya. Semoga hasilnya positif, anak-anak kita ada yang lulus karena setiap tahun memang persaingan ketat tetapi  anak-anak kita selalu ada yang lulus,”tandasnya. (YAMIN)