12 Rumah Rawan Hanyut di Parimo Dibongkar

oleh
Proses pembongkaran rumah pascabanjir, yang dilakukan pemiliknya untuk mengambil barang yang berharga untuk diamankan. (Foto: MAL/MAWAN)

PARIMO- Sebanyak 12 rumah warga Dusun 1, Desa Boyantongo, Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah, yang berada di bantaran sungai dibongkar. Pembongkaran ini dilakukan pasca banjir yang menghanyutkan enam rumah lainnya, Sabtu (11/07) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah-rumah ini merupakan bantuan program pemerintah rehab rekon, rusak berat, ringan dan sedang pasca gempa 28 September 2018.

Kepala Desa Boyantongo, Usman Kapimpi, menuturkan pembongkaran ini dilakukan oleh pemilik yang dibantu warga lainnya.

“Sebenarnya ada sebanyak 30 rumah warga yang terancam, tapi 12 rumah dikhawatirkan karena air sudah mulai mengikis,” jelasnya ditemui MAL Online di lokasi banjir, Ahad (12/07).

Ia membenarkan, rumah-rumah tersebut merupakan bantuan pemerintah untuk warga yang menjadi korban gempa. Beberapa rumah telah ditempati, namun sebagiannya lagi sementara proses pekerjaan.

Ia menjelaskan, banjir kali ini, lebih parah dibandingkan dengan tahun 2012 silam yang hanya menghanyutkan sembilan rumah. Banjir kali ini, ada sebanyak 13 rumah yang hanyut selama tiga hari berturut-turut.


“Tahun sebelumnya seluruh tumpukan kayu tertahan di jembatan mengakibatkan, putusnya akses jalan. Tapi kalau ini setelah diperbaiki kayu-kayu yang terseret banjir terbawa hingga ke muara, dan menghantam rumah warga,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah baik provinsi dan kabupaten segera melakukan normalisasi sungai. Hal ini agar banjir tidak lagi mengancam warga bantaran sungai.

“Segera mungkin ada perbaikan, karena sebagai warga sudah mengungsi ke sanak saudara yang tidak terkena banjir,” tutupnya. (MAWAN)

Iklan-Paramitha